Warga Demak Harus Beli Air 300 Ribu Lantaran Kekeringan

Ofbyandfor.org – Musim kemarau yang tidak kunjung selesai mengakibatkan para warga di Desa Tedunan Kidul Kecamatan Wedung Kabupaten Demak mengalami kekeringan yang cukup parah. Beberapa waktu terakhir ini, para warga terpaksa harus memenuhi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari mereka dengan harus mengeluarkan uang untuk membayarnya.

Dalam tiga bulan terakhir ini, warga yang sebagian besar nelayan ini harus mengeluarkan biaya Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per bulan.

Ketua RT 1 RW 3 Desa Tedunan Kidul, Jumari menuturkan bahwa warga sudah mengeluhkan kekerungan air tersebut sejak lama.

“Serba susah kalau tidak ada air. Padahal air ini kan kebutuhan wajib bagi warga. Untuk mendapatkan air terpaksa harus beli Rp 10 ribu per hari, itu kadang tidak cukup. Jadi dalam sebulan mengeluarkan Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu,” katanya, Minggu (29/7/2018).

Sebelumnya, para warga juga sempat mengajukan saluran air PDAM. Namun sayangnya hingga saat ini masih belum ada kejelasan terkait permintaan warga tersebut.

“Katanya akan ada saluran PDAM tapi sampai sekarang belum ada,” keluh dia.

Ria Rumlihah (35) salah seorang warga Tedunan Kidul menambahkan selama musim kemarau air bersih sulit dicari dan air di sumur warga bau dan asin.

“Biasanya pakai sumur, tapi kalau kemarau rasanya asin dan bau,” katanya.

Untuk tahun ini masih belum ada bantuan air yang datang dari pemerintah setempat. “Tahun ini belum, tapi tahun sebelumnya pernah ada tapi airnya tidak bisa dikonsumsi. Hanya bisa buat cuci piring dan baju,” paparnya.

Sementara itu, Abdul Wachid anggota DPR RI saat meninjau lokasi dan menyalurkan bantuan air bersih di Desa Tedunan menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat berkait bantuan air bersih.

“Kami akan mendorong supaya pemerintah dapat memberikan bantuan. Soal air yang tidak layak konsumsi akan kami cek. Kasihan warga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya sekaligus menyalurkan bantuan air bersih 7.000 liter.

“Hari ini di Tedunan Kidul kami bantu 7000 liter. Dan ada tempat lain, karena sehari kami salurkan 21.000 liter di wilayah Demak, Jepara dan Kudus,” tutur Wachid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *