Warga Sempor Gunakan Air Sungai Untuk Kebutuhan Tiap Hari

Ofbyandfor.org – Musim kemarau yang sedang melanda membuat sumur dan sungai kering. Seperti yang sedang melanda di Kebumen. Air sungai yang berada di Kecamatan Sempor Kebumen hampir kering airnya. Air yang biasanya mengalir banyak memasuki musim kemarau hanya tinggal sedikit.

Bebatuan dasar sungai yang biasanya tertutup genangan air banyak tampak karena debit air susut.

Puluhan warga di beberapa desa sekitar menyerbu genangan air sungai yang masih tersisa di kubangan. Saban pagi dan sore hari, sungai itu selalu ramai didatangi warga yang kekurangan air. Mereka memanfaatkannya untuk keperluan mandi dan cuci. Bebatuan sungai yang telah kering dimanfaatkan mereka untuk menjemur pakaian usai dicuci.

“Setiap hari saya mandi dan cuci di sini. Sumur saya di rumah sudah kering gak ada airnya,”kata Kanem, warga desa Kenteng, Sempor Kebumen, Kamis (17/8).

Para warga yang berada di beberapa desa di Kecamatan Sempor akhir-akhir ini terpaksa memanfaatkan air sungai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Sumur-sumur di rumah warga yang selama ini jadi tumpuan mereka tak lagi mengeluarkan air.Selain mandi dan cuci di sungai, mereka yang kebanyakan perempuan itu juga menyerbu sebuah sumber mata air di sisi sungai untuk kebutuhan konsumsi atau memasak.

Sumber mata air yang muncul sejak zaman dahulu itu menjadi penyelamat warga saat dilanda kekeringan. Ajaibnya, meski diambil terus menerus, air bening di kubangan seukuran 1 meter kali 30 centimeter itu selalu penuh dan tak pernah kering. Mereka mengantre untuk mengambil air dari sumber itu lalu memasukkannya ke lubang jerigen. Para ibu rumah tangga itu harus berjuang setiap hari menggendong beban air menuju rumah dengan melewati medan pegunungan.

“Untungnya masih ada sumber mata air yang tak ikut kering. Sehingga kami masih bisa ambil air untuk minum dan memasak, meski harus antre dan memikulnya cukup jauh,”katanya

Kepala Seksi Penanganan Kedaruratan BPBD Kebumen Uko Ferdianto menambahkan, berdasarkan data dropping air bersih pada 2015, terdapat 96 desa rawan kekurangan air bersih di Kebumen. BPBD melakukan dropping air bersih ke desa-desa rawan secara bertahap menyesuaikan jumlaj armada yang ada.

Sebagian besar daerah rawan tersebut berada di wilayah pegunungan bagian utara, antara lain Kecamatan Sempor, Sruweng dan Karangsambung. Sebagian kecil lainnya terdapat di wilayah selatan, yakni di Kecamatan Ayah, Buayan dan Rowokele.

“Pemkab telah siapkan 1600 tangki air bersih untuk mendukung kegiatan dropping tersebut,”katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *