Petani Cabai Di Cirebon Dirugikan Oleh Cuaca

Ofbyandfor.org – Akibat cuaca yang akhir-akhir ini sangat sulit untuk diprediksikan banyak tanaman warga yang ada di Cirebon mengalami kerusakan yang cukup parah. Dalam keadaan cuaca yang tidak dapat diprediksikan tersebut para petani hanya bisa menerima jika tanamannya menjadi korban.

Salah petani wanita yang bernama Arsita (54) yang merupakan warga Desa Bayalangu, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menuturkan bahwa hampir seluruh petani cabai yang ada di daerah gegesik harus rela rugi besar karena tanaman cabai milik petani banyak yang mati.

Dengan tingginya intensitas turunnya hujan yang begitu sering membuat tanaman cabai milik petani layu dan berujung mati. “Tanamannya pada layu karena hujan terus. Yang jelas ini akan mengurangi hasil panen kami,” kata Arsita di lahan pertaniannya, Senin (4/12/2017).

Arsita sendiri mengaku mengerjakan lahan yang berisi tanaman cabai seluas 2.500 meter persegi. Biasanya, dengan lahan seluas itu dapat menghasilkan tiga sampai empat kwintal. Namun, karena pengaruh cuaca ekstrem, Asrita memperkirakan lahannya hanya bisa menghasilkan dua kuintal cabai merah.

“Pasti berkurang, paling dua kuintal. Jelas merugi, saya sih masih mending mas. Ada lagi yang lebih parah. Sudah sepekan kondisinya seperti ini,” ujar Arsita.

Selain layu, tanaman cabai diserang hama lalat. “Sudah semingguan pada mati tanamanannya. Lalat juga mulai banyak, lalat itu bikin cabai jadi rusak,” ucapnya. Saat ini harga pasaran cabai Rp 20.000 per kilogram. Menurut Surtina, cuaca ekstrem membuat cabai menjadi berair.

“Empat hari sekali panen, cuma belum bisa memperkirakan hasilnya. Pada rugi mas, banyak yang berair dan tanamannya mati,” kata Surtina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *