Pasutri Di Wonogiri Diamankan Polres Gunungkidul Karena Aksi Pencurian Puluhan Kali

Ofbyandfor.org – Pasangan suami istri (Pasutri) yang berasal dari Wonogiri terpaksa harus memiliki urusan dengan petugas dari Polres Gunungkidul. Pasutri yang diketahui berinisial AD (35) dan istrinya, EN (21) melakukan aksi pencurian yang sudah mereka lakukan dibanyak tempat yang ada di Gunungkidul khususnya.

Saat ini kedua pelaku sudah berada di polres Gunungkidul untuk diamankan. Dengan ditangkapnya pasutri tersebut berawal dari sebuah kasus pencurian yang terjadi di salah satu warung kopi yang berlokasi di Kecamatan Tepus Bulan Januari lalu. Pemilik warung yang menjadi korban tersebut diketahui bernama Diana Aprilani (25) yang telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

“Korban ini kehilangan dompet, HP Lenovo Lenovo dan Oppo Neo 7 warna putih. Kemudian korban lapor ke Polsek Tepus tanggal 15 Januari,” kata Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady saat melangsungkan konferensi pers di Mapolres Gunungkidul, Kamis (8/6/2018).

Dari laporan yang telah terjadi, polisi langsung berusaha melacak keberadaan pasutri tersebut. Sehingga akhirnya lokasi kedua tersangka diketahui, keduanya diamankan polisi di wilayah Wonogiri. Dari Wonogiri mereka digelandang ke Mapolres Gunungkidul.

Kepada polisi, kedua tersangka telah mengakui semua aksi yang telah mereka lakukan. Bahkan, keduanya mengaku sudah berkali-kali beraksi di Gunungkidul. Seperti di Kecamatan Ponjong, Karangmojo, Playen, Semin, Nglipar, Wonosari, Tanjungsari dan Tepus.

“Total 35 lokasi yang dilakukan pencurian di sejumlah kecamatan di Gunungkidul, itu mereka lakukan dari tahun 2017 sampai awal 2018. Saat ini kami terus berusaha mengembangkan kasus ini,” ungkapnya.

Sementara tempat yang sering disasar tersangka, lanjut Fuady, kebanyakan toko kelontong dan warung kopi. Modusnya tersangka AD berpura-pura membeli barang, saat penjual lengah dia membawa lari barang berharga seperti HP di warung tersebut.

“Si pemetik (AD) beraksi menggunakan motor Honda Beat Nopol AD 3471 LS,” jelasnya.

tersangka AD sempat melarikan diri dan menyerahkan hasil curiannya ke sang istri, EN. Sedangkan tugas EN sebagai penjual hasil barang curian suaminya. “Tersangka AD terancam pasal 362 KUHP dengan ancaman paling lama lima tahun penjara. Untuk tersangka EN dijerat pasal 480 KUHP dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara,” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *