Lantaran Warga Ngamuk Proses Pengerjaan Proyek Di Madiun Terpaksa Dihentikan

Ofbyandfor.org – Seorang warga yang tidak diketahui identitasnya tiba-tiba mengamuk dan menghentikan proyek pengerjaan overpass yang sedang berjalan. Insiden tersebut terjadi di Desa/Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.

Dengan satu alasan warga yang hingga saat ini masih belum mendapat uang ganti rugi memang telah dibenarkan oleh pihak PT. Ngawi Kertosono Jaya (NKJ).

“Itu memang belum terbayar tiga bidang tanah warga ada kesalahan data. Jadi sebagian uang dari pemilik bidang satu masuk ke tanah bidang orang lain, jadi masih pembetulan oleh pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” jelas Pimpinan Proyek 1 PT. NKJ Agung Widodo, Sabtu (24/3/2018).

Terkait dengan sebuah kesalahan data yang akan mendapatkan ganti rugi untuk saat ini memang sedang dalam proses pembetulan administrasi oleh PPK dan BPN. Sedangkan dari pihaknya sendiri memang tidak tahu menahu terkait dengan proses ganti rugi yang dilakukan terhadap warga sekitar proyek.

Lantaran insiden mengamuknya warga tersebut dengan terpaksa proses pengerjaan proyek harus diberhentikan untuk sementara waktu. “Saat ini sudah proses pembetulan oleh PPK dan BPN, untuk sementara pengerjaan overpass terhambat. Tapi segera teratasi semuanya kok,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Utama PT. Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno telah meminta pihak PPK dan BPN untuk menyelesaikan permasalahan overpass desa Sawahan. “Ini kesalahan data, ini permasalahan miskomunikasi saja yang secepatnya ditangani BPN,” ujar Iwan Moedyarno.

Proyek jalan penghubung antar desa yang terbelah jalan tol berhenti lantaran ada warga yang mengamuk. Warga merasa belum pernah menerima uang ganti rugi Kamis (22/3/2018). asa 3 bidang tanah yang terdampak pembangunan overpass desa Sawahan yakni milik Suprapto, Kusnan dan Nunuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *