Guru Marawis Di Sukabumi Tega Cabuli Kelima Muridnya

Ofbyandfor.org – Seorang pria di Sukabumi ditangkap oleh pihak kepolisian lantaran telah melakukan tindakan tercela terhadap kelima bocah dibawah umur. Pria yang merupakan guru marawis tersebut tega melakukan tindakan tercela kepada kelima muridnya tersebut.

Pria yang berinisial AA (33) tersebut melampiaskan nafsu bejatnya kepada kelima orang muridnya yang berjenis kelamin laki-laki. Tiga korban berusia 11 tahun, sementara dua lainnya berusia 12 dan 9 tahun. Peristiwa ini terungkap setelah salah seorang korban mengadu ke pamannya pada Jumat (22/9/2017). Saat itu korban mengaku diraba-raba bagian tubuhnya oleh pelaku.

Kemudian dari pihak keluarga korban tidak tunggu lama langsung mendatangi pelaku dan langsung saja menyeret pelaku ke Polsek Cicurug. Dengan kejadian tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan. Dan ternyata ada empat bocah yang menjadi muridnya yang juga diperlakukan tidak senonoh oleh guru marawis tersebut.

“Awalnya dilaporkan hanya empat anak, kemudian hari ini kami ke lokasi dan ternyata bertambah satu lagi jadi ada lima anak yang diduga dicabuli oleh pelaku. Semua korbannya masih berusia di bawah umur,” ujar Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Dhoni Erwanto usai memeriksa para korban di Aula Kantor Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Minggu (24/9/2017).

Saat pemeriksaan saksi korban, polisi melibatkan tim terpadu dari Dinas Sosial dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Selain memintai keterangan korban, polisi dan tim terpadu juga memulihkan psikologis korban.

“Untuk sementara pelaku kita tahan, pemeriksaan juga terus berjalan termasuk memintai keterangan para korban berlanjut ke pemulihan psikologisnya,” lanjut Dhoni.

Kepada polisi, salah seorang korban menyebut pelaku tidak sampai melakukan sodomi. Pelaku hanya meraba-raba bagian sensitif saat korban menginap untuk berlatih marawis. Aksi bejat pelaku dilakukan sejak Mei lalu.

Sementara itu Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Sukabumi Elis Nurbaeti melakukan pendampingan kepada korban agar selama pemeriksaan korban dan saksi tidak dalam kondisi trauma.

“Pemeriksaan sepenuhnya oleh kepolisian, kami ingin memastikan kondisi para korban ini tidak tertekan. Kasus ini menjadi pelajaran kepada orang tua untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Karena dalam kasus seperti ini pelakunya seringkali orang-orang yang dekat dengan korban,” singkatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *