Gerombolan Perampok Palembang Di Bekuk Di Pekalongan

Ofbyandfor.org – Segerombolan perampok yang telah diburu oleh petugas kepolisian akhirnya berhasil diamankan. Gerombolan permapok sebuah rumah kosong yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan tersebut berhasil diringkus oleh Tim Buser Satreskrim Polres Pekalongan.

Ada dua diantara mereka yang terpaksa harus mendapatkan hadia berupa timah panas yang dilesakkan lantaran berusaha melakukan perlawanan. Dari jumlah pelaku yang telah tertangkap masih ada satu pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran petugas kepolisian. Mereka sudah sebanyak dua kali melakukan kasi perampokan terhadap rumah kosong yang berada di Kabupaten Pekalongan.

“Mereka baru satu bulan domisili di sini (Kabupaten Pekalongan), dan dua kali melakukan aksi pencurian di rumah yang tinggalkan pemiliknya,” kata Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan.

Dari empat pelaku yang saat ini sudah diamankan yakni berinisial RH (38), RA (32), BL (24) ketiganya warga Desa Air Bening Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, dan OS (42)warga Kampung Rambutan Jakarta Timur. Kepolisian menyebut komplotan ini dengan sebutan Kelompok Palembang yang berjumlah lima orang. Namun saat usai melakukan aksi yang pertama, satu pelaku yang kini masih dalam pengejaran polisi, pulang terlebih dahulu.

Para pelaku memanfaatkan rumah yang sedang ditinggalkan oleh penghuninya ketika melakukan aksi perampokan tersebut. Tertangkapnya empat pelaku ini berawal dari laporan korban yang kehilangan barang dan uang dengan kondisi jendela rumah rusak, saat ditinggal kerja.

“Kita terima laporan langsung melakukana pelacakan. Kita amankan kemarin saat keempatnya tengah berada di jalan dan kita dapati barang bukti alat yang digunakan aksi didalam jok motor,” jelas AKBP Wawan Kurniawan.

Dari tangan pelaku berhasil diamankans ebagai barang bukti yakni dua buah sepeda motor yang digunakan untuk pelaku, uang tunai Rp 1,85 juta, linggis kecil, Obeng, tang dan belati.

“Kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima hingga sembilan tahun penjara,” jelas Wawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *