Dibully Jomblo, Pemuda Di Garut Habisi Nyawa Ibu Hamil

Ofbyandfor.org – Seorang pria asal Garut yang bernama FN alias Nunur (28) dengan tega menghabisi nyawa sorang wanita yang sedang dalam posisi mengandung. Pelaku merasa e,osi lantaran korban yang bernama Iis Aisyah (32) membully pelaku jomblo oleh korban.

Pelaku tersinggung dan emosi hingga berujung mengahibi nyawa korban. Atas perbuatannya tersebut, pelaku terancam dihukum penjara seumur hidupnya. “Sementara kita jerat dengan pasal 340 subsider 338 KUHP dan 365 ayat 3 KUHP. Ancaman (penjara) seumur hidup,” ungkap Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna di kantornya, Jalan Sudirman, Karangpawitan, Senin (29/1/18).

Setelah dilakukan penyelidikkan terhadap kasus tersebut, pelaku berhasil mengungkap pelaku pembunuh Iis. Polisi sempat melakukan autopsi pada jasad Iis serta olah TKP di sekitar rumah Iis di Kampung Pasir Jonge, Sukawangi, Singajaya.

“Kita temukan sepasang sandal milik pelaku. Ditemukan bercak darah dan rambut korban. Ternyata sandal tersebut dipakai saat tersangka menginjak-injak korban setelah sebelumnya dicekik,” katanya.

Polisi berhasil mengamankan sang pelaku pada Sabtu (27/1) di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Sebelum ditangkap, Nunur sempat buron lebih dari sepekan. Saat ditangkap, Nunur dikabarkan sempat melawan petugas dan berusaha untuk kabur. Petugas akhirnya terpaksa menembak kaki Nunur.

“Dari situ kita selidiki, dan alhamdulillah pelaku bisa ditangkap,” ungkap Budi.

Sedangkan suami korban yang bernama Mardani (38) juga turut hadir di Mapolsek Garut juga mengatakan ingin pelaku dihukum mati. “Nyawa dibayar nyawa,” kata Mardani. Mardani menjelaskan, ia dan warga Kampung Pasir Jonge, Sukawangi, Singajaya, tidak begitu mengenal pelaku. Nunur diketahui sebagai warga baru yang tinggal di wilayah itu.

“Ya orangnya mah tertutup. Enggak pernah nanya sama warga di kampung,” ungkapnya.

Dengan kematian istrinya tersebut, Mardani mengaku dirinya sangat terpukul. Saat kejadian berlangsung, ia tengah bekerja di Bandung. Sementara sang istri yang tengah mengandung anak pertama hasil perkawinan keduanya berada di rumah.

“Pas saya ditelepon suruh pulang, kirain istri saya melahirkan. Tapi kenyataannya begini,” katanya.

Mardani mengaku telah ikhlas menerima semuanya. Ia hanya berharap agar pelaku diadili. “Hukuman mati. Pokonya saya sudah sepakat dengan keluarga,” pungkasnya. Nunur kini mendekam di sel tahanan Mapolres Garut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Rencananya, polisi akan menggelar rekonstruksi kasus ini dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *